Cara Trading Crypto Pemula Wajib Tahu Sebelum Ikut Tren

Cara trading crypto itu seperti apa sih langkah-langkah yang perlu disiapkan? Sekarang kan ramai-ramai selebritis, selebgram, dan youtuber, menciptakan coin dalam dunia perkriptoan. Nah, terus followers-nya ikut-ikut trading dengan harapan mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat.
Benarkah semenguntungkan itu kita terjun dalam dunia perkriptoan ini?
Jangan sampai salah langkah, lalu dana kita yang terbatas lenyap bagai debu.

Istilah-istilah dalam Trading Crypto

Tak kenal maka tak sayang, oleh sebab itu ada baiknya kamu fahami terlebih dahulu istilah-istilah dalam trading crypto

  • FOMO, artinya Fear of Missing Out, artinya takut kehilangan momen untuk trading.
  • FUD, Fear, Uncertainty, and Doubt, berarti adalah strategi yang dilakukan oleh investor dalam menurunkan harga koin kripto, sehingga mereka dapat membelinya dengan harga murah.
  • Blockchain, teknologi ini menjadi tonggak dasar kripto, dimana fungsinya adalah sebagai penyimpanan data transaksi digital.
  • Mining, diartikan sebagai aktivitas menambang yang dilakukan oleh miner atau si penambang. Proses penambangan ini dilakukan dengan mengandalkan perangkat komputer supercanggih yang umumnya terhubung ke internet.
  • Bagholder, penggambaran istilah tersebut hampir serupa dengan pasar saham. Di mana berarti memperlihatkan kondisi trader yang gagal setelah terjadinya Pump and Dump.
  • Altcoin-Bitcoin, Bitcoin ini merupakan salah satu contoh mata uang digital yang dapat digunakan untuk transaksi. Kode singkatannya adalah BTC. Sedangkan, Altcoin artinya alternatif koin yang biasa digunakan dalam transaksi kripto selain Bitcoin.
  • HODL, HODL merupakan anagram dari Hold, maksudnya mulai beralih menjadi ‘Hold On for Dear Life’, mengacu pada strategi trading yang dilakukan investor untuk menahan ataupun mempertahankan aset kripto yang dipunya.
  • Pump and Dump, Skemanya sendiri berupa menggiring opini investor atas koin tertentu, sehingga harganya meningkat (pump). Di saat bersamaan, mereka yang memiliki koin tersebut akan menjualnya, sebab penawaran di pasar yang besar dan membuat harganya jatuh (dump).
  • Scalping, secara sederhana, Scalping berarti adalah strategi trading yang dijalankan untuk mencapai keuntungan dalam waktu singkat. Strategi ini biasa diterapkan oleh investor yang ingin meraih profit sedikit demi sedikit seiring dengan ten harga kripto yang tidak menentu.
  • Whale, biasanya memiliki aset kripto dalam jumlah yang sangat besar.
  • Rekt, serupa dengan HODL, penggunaan istilah Rekt dalam dunia kripto biasanya ditujukan bagi para investor yang mengalami kerugian besar. Istilah ini muncul ketika si investor mengambil keputusan yang salah saat trading, misanya dengan menjual koin terlalu dini sebelum tren harga naik.
  • No Coiner, biasa dipakai oleh sesama trader untuk mengejek trader lainnya yang tidak memiliki koin atau telah menjual semua koin yang dipunya.
  • Cryptosis, orang yang terlalu antusias terhadap kripto juga ternyata ada sebutan khususnya lho. Mereka biasa dijuluki si Cryptosis atau Obsessive Crypto Disorder.
  • Bearish-Bullish, Bearish dapat diartikan sebagai ‘turun’ dan Bullish berarti ‘naik’. Dengan begitu, bisa dikatakan bahwa Bearish artinya adalah kondisi dimana harga aset mengalami penurunan. Sementara, Bullish merupakan kondisi dimana harga kripto di pasaran mengalami pelonjakan yang signifikan.
  • Staking, merujuk pada aktivitas yang dilakukan investor untuk mendapat pasif income. Caranya sendiri adalah dengan memvalidasi transaksi ataupun segala aktivitas yang
  • Dapp, merupakan singkatan dari Desentralized Application, penggunaan istilah Dapp sendiri tepatnya adalah aplikasi terdesentralisasi yang basisnya menggunakan sistem komputer terdistribusi dalam jaringan Blockchain.
  • To the Moon, menggambarkan aset yang sedang naik, bahkan mencapai posisi puncak, baik dari segi nilai maupun volume penjualannya.
  • Depresiasi, merupakan kondisi dimana terjadi penurunan harga koin yang sangat jauh bahkan memasuki downtrend.
  • Koreksi, istilah Koreksi mengacu pada kondisi dimana harga mata uang digital tersebur mengalami penurunan. Penurunannya biasa terjadi setelah aset kripto mencapai nilai tertinggi.

Langkah Mulai Trading Crypto

Langkah cara trading crypto adalah mendaftar, deposit, dan transaksi, sebagai berikut:

Membuat akun di exchange aset crypto

Untuk bisa melakukan transaksi crypto, kamu harus terlebih dahulu mendaftar ke Exchanger, bursa, atau market place tempat jual beli crypto. Di Indonesia, sudah banyak platform Crypto Exchange yang bisa dipilih dan lakukan pendaftaran.
Lakukan proses pendaftaran, KYC (know your customer), dan verikasi akun hingga selesai. Seperti di Indodax, Luno, maupun Tokocrypto.

Deposit dan transaksi Beli

Jika proses verifikasi selesai, bisa melakukan deposit dan membeli aset crypto yang ingin dibeli.

Memilih aset crypto dengan volume trading yang besar

Cara trading crypto selanjutnya adalah memilih aset kripto yang memiliki market cap besar. Cara melihat besaran market cap bisa kunjungi coinmarketcap.com. Di situs tersebut, dapat dilihat market cap harga volume dalam US dollar. Jika ingin tahu harga secara rupiah, bisa dilihat di platform aset crypto di Indonesia.

Penutup

Hal tidak kalah penting adalah di Indonesia cryptocurrency sudah diakui sebagai komoditas yang dapat diperjual belikan. Namun, tidak boleh digunakan sebagai alat pembayaran. Jadi, jika kamu menjadikan sebagai komoditi jual beli untuk mendapatkan profit dari selisih harga maka hal tersebut sah-sah saja.
Untuk pemula, disarankan membeli Bitcoin yang merupakan jenis Cryptocurrency paling senior dan memiliki market cap terbesar untuk diexplore pertama kali.

Semoga bermanfaat.

Sumber: https://www.cekaja.com/info/mengenal-istilah-istilah-dalam-kripto

Tinggalkan komentar