Mengatur Keuangan Renovasi Rumah. Ikuti Langkah Berikut!

Mengatur keuangan renovasi rumah kalau tidak dicermati dengan sangat teliti bisa-bisa biaya membengkak dan rumah malah tidak selesai.
Pertimbangan mulai renovasi rumah bisa saja karena rumah sudah lapuk dan perlu segera ditangani supaya tidak bertambah parah. Atau alasan banyak keluarga yang mulai berbisnis dari rumah, sehingga harus dicari akal merenovasi rumah untuk bisnis. Kalau tidak berhati-hati, bisa-bisa modal untuk menata rumah tersebut keburu habis sebelum mulai bisnis.

Langkah-langkah Renovasi Rumah

Pandemi yang merebak di seluruh dunia ini tak sedikit keluarga terganggu perekonomiannya. Keputusan merumahkan pegawai berdampak banyak kegiatan memang dilakukan dari rumah. Tentu saja kita tidak boleh berpangku tangan menyesali nasib, jadi mulai bangkit akan mulai usaha apa saja yang bisa dilakukan dari rumah. Sebelum mulai merenovasi rumah, berikut hal-hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu:

Tentukan Jenis Bisnis

Pertama kita tentukan dahulu jenis bisnis yang akan digeluti sekaligus juga mempertimbangkan akan menempati ruangan yang mana.
Seminim-minimnya ruangan yang dipakai, tetap saja kita membutuhkan “space”, ya ruangan. Misalnya menjadi reseller, kita perlu tempat untuk menyimpan barang. Menjadi copywriter atau bloger dan menggunakan laptop, setidaknya perlu meja dan pojokan supaya bisa menulis dengan tenang.
Mau bikin kue & roti, karena sudah punya kompor dan oven, perlu meja untuk membuat adonan kue & roti tersebut. Termasuk menyimpan dus-dus yang dipakai untuk mengemas roti & kue tersebut.
Ayohlah berkebun atau budidamber (budi daya ikan dalam ember) yang sedang hip itu. Ya, kan perlu halaman, setidaknya teras rumah untuk menyimpan ember-ember tersebut.

Buat Daftar Pengeluaran

Mengatur keuangan saat menata rumah untuk bisnis sangat penting. Seringkali tidak sadar, kita kepincut membeli barang-barang yang ternyata tidak ada dalam daftar yang harus dibeli. Kita membeli karena lucu, mumpung diskon, dan banyak hal-hal persuasif lainnya. Atur dengan ketat hal-hal yang penting dibeli saja dan jangan sampai mengganggu keuangan untuk hidup sehari-hari.

Ukur Dimensi Ruangan

Kita seringkali abai dengan ukuran sebenarnya yang ada di lapangan (TKP). Apa yang dibayangkan, ternyata setelah diukur tak sebesar yang dibayangkan. Sudah oret-oret dengan segala ide dan berdiskusi dengan seluruh anggota keluarga, ternyata tak cocok setelah diukur ruangannya.
Ada baiknya ketika membuat orat-oret juga sekalian dituliskan dimensinya, yaitu dimensi ruangan, furnitur dan ruang gerak. Dimensi ruang gerak adalah ukuran tubuh manusia dan gerakannya ketika ada di ruangan tersebut.

Pilih Furnitur Multi-fungsi

Sekarang banyak ide-ide yang bisa diadopsi dari internet atau dijual furniture multi-fungsi yang bagus-bagus. Contoh furnitur multi-fungsi adalah meja lipat, lemari-meja, yang hemat ruangan dan modelnya ringkas.
Strategi lainnya adalah justru mencari model-model furnitur terlebih dahulu baru berpikir mau diletakkan di ruangan yang sesuai.

Mengubah Ruangan

Mengubah ruangan tidak bisa hanya dipikirkan satu ruangan saja dalam rumah, tetapi perlu dicek seluruh ruangan-ruangan yang ada. Bisa dimulai dengan menggambar ulang denah rumah yang ada, kemudian dibuat sketsa ide.
Mengubah ruangan bisa saja hanya mengubah posisi pintu, menjebol dinding, atau justru menyekat ruangan. Bisa jadi malah hanya menggeser furnitur yang ada di rumah, kemudian menciptakan pojok kerja.

Tips Mengatur Keuangan

Merenovasi rumah merupakan pekerjaan besar dan bisa mengganggu keuangan rumah tangga. Harga material yang lebih dari dua kali biaya tukang seringkali melebihi anggaran karena ada kenaikan harga atau perubahan rencana renovasi.

Membuat Gambar Kerja

Renovasi sekecil apapun lebih baik dibuat terlebih dahulu visualisasinya. Bisa oret-oret sederhana, pokoknya informatif, bisa juga menghire ahlinya.
Melibatkan profesional setara arsitek boleh banget kalau ada dananya. Memberi fee ke mahasiswa magang untuk minta tolong digambarkan sesuai ukuran di lapangan ya bisa juga.
Hati-hati mengandalkan foto dari Instagram atau Pinterest, karena belum tentu ukurannya sama dengan kenyataan rumah yang akan direnovasi.

Membuat Anggaran Biaya

Buat rincian anggaran biaya yang akan dikeluarkan berdasarkan gambar rancangan atau gambar kerja.
Akan lebih akurat bila bisa menghitung volume yang harus dibeli berdasarkan hasil gambar, sehingga tidak terjadi kekurangan atau kelebihan membeli material.
Tenaga kerja juga masuk di dalam anggaran tersebut.
Ada tingkat keterampilan tenaga kerja yang seringkali luput dari perhatian. Tukang gali, tukang aduk, tukang merakit tulangan beton, tukang pasang bata, tukang las, tukang finishing, tukang keramik, dan sebagainya, ongkos kerjanya berbeda.

Jenis Borongan

Merenovasi rumah ada jenis pekerjaan yang bisa menjadi pertimbangan, apakah akan dihitung ongkos harian atau ongkos borongan.
Biaya renovasi dengan menghitung harian biasanya pembangunan menjadi lama, karena tukang kerjanya berlama-lama. Memang sulit untuk memrediksi kecepatan kerja tukang.
Ada tukang yang rajin kerjanya cepat, ada pula tukang yang malas, banyak nongkrong merokoknya daripada kerjanya.

Pilihan borongan dianggap bisa menawarkan ancer-ancer lamanya pekerjaan dengan lebih akurat. Misalnya dua minggu, satu bulan, empat bulan, dan seterusnya.
Merenovasi rumah besar-besaran bisa sekitar 4 bulan, dengan biaya borongan Rp 4 juta/meter persegi.

Penutup

Mengatur keuangan renovasi rumah bila sudah ditetapkan harga borongan, pemilik rumah harus tetap menyediakan dana cadangan bila biaya membengkak.
Sudah lazim terjadi dimana-mana pasti akan terjadi perubahan biaya, jarang sekali yang bisa plek ketiplek persis dengan rencana anggaran biaya (RAB).
Siapkan saja ancer-ancer dana cadangan sebesar 30% dari rencana anggaran biaya yang sudah disusun.
Biaya yang membengkak bisa saja terjadi karena keinginan pemiliknya, tiba-tiba ada tambahan pekerjaan di tengah jadwal. Seringkali juga karena kenaikan harga material secara nasional.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar