Tips Stimulasi Tumbuh Kembang Bayi 8 Bulan

Bagi orang tua merupakan kebahagiaan tak terhingga bila tumbuh kembang bayi 8 bulan tidak mengalami keterlambatan. Ada beragam jenis keterlambatan perkembangan pada anak yang mencakup motorik, sosial, kemampuan berpikir, dan keterampilan bahasa, .
Melihat tumbuh kembang anak yang terus bertambah tentu menyenangkan. Namun, sering kali orang tua diliputi rasa khawatir bila kemampuan si Kecil tertinggal dari anak seusianya.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko keterlambatan perkembangan adalah faktor genetik, kelahiran prematur, infeksi selama kehamilan, serta kurangnya stimulasi dari lingkungan.

Ketika orang tua menyadari adanya keterlambatan pada tumbuh kembang anak, selain memeriksakan kondisi si Kecil ke dokter, dapat juga dibantu dengan pemberian stimulasi yang tepat.

Tips Stimulasi Pada Bayi 8 Bulan

Cara mengatasi keterlambatan perkembangan bayi 8 bulan, bisa kita amati pada beberapa aspek berikut:

Motorik Kasar

Bayi 8 bulan umumnya sudah bisa merangkak dengan mahir dan duduk sendiri tanpa sandaran.
Ada juga yang sudah pandai memutar badan dari posisi tengkurap lalu duduk dan sebaliknya bahkan mulai berdiri dengan berpegangan.
Mereka pun mulai belajar merayap.

Untuk menstimulasinya berikan banyak kesempatan untuk bayi bergerak dan menjelajahi lingkungannya. Biarkan dia merangkak, memanjat, dan bermain di area yang aman..
Ajak bayi bermain permainan yang melibatkan gerakan fisik, seperti menendang bola, bermain petak umpet, atau bermain di ayunan.
Bantu bayi belajar berdiri dan berjalan dengan berpegangan.

Motorik Halus

Bayi 8 bulan umumnya sudah bisa mengambil benda kecil dengan jari telunjuk dan ibu jari. Kemudian memegang cangkir dengan kedua tangan dan minum sendiri.
Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain merupakan pengalaman menarik untuk melatih fokus. Dilanjutkan dengan memukul-mukul dan mencolek-colek benda.

Untuk menstimulasinya berikan mainan yang berbunyi, berwarna cerah, dan memiliki tekstur yang berbeda. Ajak bayi bermain finger painting, bermain dengan playdough, atau mencoret-coret kertas.
Bantu bayi belajar mengambil benda kecil dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.

Kognitif

Kemampuan kognitif bayi 8 bulan terdiri dari kemampuan berbahasa dan kemampuan berinteraksi sosial.

Kemampuan komunikasi bayi 8 bulan umumnya sudah bisa mengoceh dengan berbagai suku kata, seperti “mama”, “dada”, “baba”.
Memahami beberapa kata sederhana, seperti “tidak” dan “ayo”.
Menoleh saat dipanggil namanya dan menunjuk benda yang diinginkan.

Sedangkan kemampuan sosial dan emosional bayi 8 bulan umumnya sudah bisa mengenali orang-orang yang familiar.
Mulai mau bermain dengan orang lain.
Kemudian menunjukkan rasa senang dan sedih atau mmenunjukkan rasa cemas terhadap orang asing.

Untuk menstimulasinya bacakan buku cerita untuk bayi. Pilih buku dengan gambar yang menarik dan cerita yang sederhana. Ajak bayi bermain permainan yang melatih kemampuan memecahkan masalah, seperti memasukkan benda ke dalam lubang atau bermain puzzle sederhana.
Berikan banyak kesempatan untuk bayi belajar tentang dunia di sekitarnya. Ajak dia jalan-jalan, tunjukkan berbagai benda dan jelaskan fungsinya.

Penutup

Penting untuk diingat bahwa setiap bayi berkembang dengan kecepatannya sendiri. Jika orang tua memiliki kepedulian tentang perkembangan bayi 8 bulan mereka, konsultasikan dengan dokter anak bila dirasa ada keterlambatan.

Untuk itu buatlah kegiatan stimulasi menjadi menyenangkan dan menarik bagi bayi. Jangan memaksakan bayi melakukan sesuatu yang tidak ingin dia lakukan. Berikan pujian dan dorongan kepada bayi atas setiap kemajuan yang dia capai.

Semoga bermanfaat.

5 pemikiran pada “Tips Stimulasi Tumbuh Kembang Bayi 8 Bulan”

  1. Iya, kecepatan perkembangan bayi memang beda-beda, tapi paling tidak kalau ada acuan perkembangan bayi setiap bulannya, orang tua bisa memperkirakan apakah perkembangan anaknya terlambat atau tidak

    Balas
  2. Usia 8 bulan perlu perhatian khusus oleh para orang tua. meskipun belum bisa mencerna perkataan orang tua, stimulus yang tepat akan memberikan dampak yang positif untuk anak. Yuk, perhatikan fase-fase tumbuh kembang anak…

    Balas

Tinggalkan komentar