Launching Buku Antologi “Menolak Rapuh” & “Melintasi Badai”

Untuk kesekian kalinya Indscript Creative mengadakan kelas menulis buku yang merupakan salah satu program di perusahaan yang fokus pada bisnis penulisan dan pemberdayaan perempuan.

Pada awalnya, Indscript adalah agen naskah yang menjadi jembatan antara penerbit dengan penulis. Seiring waktu, perusahaan berkembang menjadi jasa penulisan meliputi: jasa liputan blogger Indscript, jasa pembuatan artikel, jasa pembuatan company profile, jasa penulisan ghostwriter, jasa buku antologi expert, jasa pendampingan penulisan buku solo, dan lain-lain.

Hari itu tanggal 1 Juni 2024 diadakan sesi zoom launching buku antologi berjudul “Menolak Rapuh” dan “Melintasi Badai” bersama para kontributor dan blogger Indscript yang akan meliput acara ini.

Para kontributor buku antologi yang bergabung di Sekolah Perempuan, semua berjumlah tiap buku 20 kontributor ini berbagi kisah sebagai perempuan dalam perjuangan hidup mereka. Berbagi kisah dan menuliskannya tidak semua orang bisa melakukannya. Ada rasa tidak percaya diri atau ada pula yang kesulitan untuk merangkai kata-kata.

Acara yang dibuka oleh Indari Mastuti sebagai founder Indscript Creative ini sanggup membangkitkan semangat dan menjembatani sekitar 75 orang yang hadir di acara zoom ini.

bedah buku dan awal peluncuran buku
zoom launching buku antologi

Buku Antologi “Menolak Rapuh”

Buku bersampul abu-abu putih dengan ilustrasi pohon kering rapuh ini sungguh memesona siapapun yang melihatnya. Ada 19 kontributor yang semuanya adalah perempuan-perempuan hebat yang berbagi kisah inspiratif.

Kisah perjuangan perempuan untuk tetap strong meski terhimpit beragam masalah.

Ada Ibu Aida Watiningsih, Founder Sahabat Nasi Gratis Pamanukan dan Owner Hijab Maharani Store. Beliau dalam sesi sharing ini berbagi kisah bahwa beliau sakit selama tujuh tahun dan tiap hari harus mengonsumi belasan jenis obat. Oleh sebab itu fokus beraktivitas dari rumah, walaupun beliau seorang sarjana. Ujian bertubi, ketika beliau terkena musibah ditabrak truk tronton, toko yang ludes terbakar, plus Pamanukan dilanda banjir bandang.

Di tengah beragam ujian hidup tersebut, beliau malah menjadi tumpuan harapan warga Pamanukan, yang justru membuatnya harus kuat dan menolak rapuh. 

Buku Antologi “Melintasi Badai”

Buku antologi berikutnya para kontributor yang berjumlah 20 orang berhasil menerbitkan karya yang tak kalah mengharu biru, yaitu “Melintasi Badai”. Buku kisah inspiratif perempuan-perempuan yang memilih tak melemah di segala kondisi hidupnya.

Buku berwarna abu-abu lembut dengan ilustrasi penuh makna, sebuah sekoci yang nyaris digulung ombak tinggi menjulang.

Salah satu karya kontributor berjudul “A Walk with God”, dikisahkan oleh Mariana Sofia, khusus dibacakan sebagian oleh Indari Mastuti untuk kami semua.

Kisahnya tak kalah menyayat kalbu, tentang kisah perjuangan Mariana ketika terserang kanker, padahal bulan depan akan melakukan perjalanan bisnis.

Karya berikut yang dibacakan Indari Mastuti, adalah kisah Mariza, seorang ibu rumah tangga berusia 61 tahun yang telah mendaki 33 gunung di atas 3000 m dpl  selama masa pandemi di tahun 2020-2023. Empat di antaranya merupakan puncak di Himalaya via Nepal di ketinggian di atas 4130-5600 m dpl.

Beliau pernah terhempas jatuh dari ketinggian, selain itu pernah terserang stroke, tapi berhasil melintasi badai yang menerjang.

Saran dari dokter yang merawat justru menenangkan beliau. Antara lain sarannya, agar Ibu Mariza tenang saja, jalani hidup, dan tetap melangkah.

Penutup

Indscript Creative memang selalu berinovasi dalam pemberdayaan perempuan terutama dalam bidang kepenulisan dan bisnis.

Pada acara sesi zoom yang mengandung bawang ini, kami jadi ikut baper mendengarkan kisah-kisah beberapa kontributor yang hadir. Beberapa kali Ibu Aida tercekat tak sanggup menyelesaikan kenangan pengalaman hidupnya.

Sesudahnya kami diberi kesempatan oleh Teh Indari untuk bertanya langsung kepada kontributor, terutama bagaimana rasanya setelah berhasil menuliskan kisah hidup mereka.

Berbagi kisah dan menuliskannya di sebuah buku, bisa menjadi pembelajaran dan inspirasi pembacanya. Karena setiap individu mempunyai pengalaman hidup yang beragam.

Pada akhirnya dari beberapa kontributor yang berbagi pengalaman tersebut, mereka ini berhasil bangkit berkat ketaqwaan dan percaya akan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu kekompakan keluarga dan dukungan orang-orang terkasih juga turut andil sebagai sosok yang menolak rapuh.

Nah, bagi teman-teman di sini bisa memesan kedua buku antologi berjudul “Menolak Rapuh” dan “Melintasi Badai” ini.

Bila teman-teman juga mempunyai minat untuk belajar menulis buku dan dibimbing oleh mentor berpengalamanserta dipantau oleh Indari Mastuti langsung, masih bisa loh mendaftar di kelas menulis buku. 

Dalam satu bulan rata-rata dua buku antologi pasti terbit! Untuk bulan Juni ini ada 2 tema yang segera terbit adalah “Mendidik Gen Z” dan “Aku Berharga”

Semoga bermanfaat.

lihatdisini berita populer dulu hingga sekarang, sekitar wisata, tempat bersejarah, kuliner, gaya hidup, edukasi, kesehatan, dan review produk

Share:

Tags:

Tinggalkan komentar