Komunitas Walking Tour, Teman Jalan Bareng Jelajah Kota

Kota Bandung, merupakan kota bersejarah. Di masa sebelum kemerdekaan, Bandung sempat digadang-gadang menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda, sedangkan Batavia menjadi kota perdagangan dengan Sunda Kelapa sebagai pelabuhannya.
Masterplan kota pun sudah disiapkan, termasuk didirikannya bangunan-bangunan yang dirancang oleh arsitek Belanda. Nah, bangunan-bangunan heritage tersebut masih banyak yang terawat di kota-kota yang ada jejak masterplan Belanda ini. Bagi pemerhati sejarah, maka jelajah kota sambil jalan kaki menjadi kegiatan menarik yang banyak peminatnya. Maka bermunculan lah berbagai komunitas walking tour di berbagai kota.

Komunitas walking tour di Indonesia saat ini sedang sangat populer sebagai cara alternatif untuk berwisata sambil belajar sejarah, budaya, dan kuliner secara santai. Sebagian besar komunitas ini menggunakan sistem Pay As You Wish (PAYW) atau bayar seikhlasnya, meski beberapa juga menyediakan tur dengan harga tetap.

Berbagai Komunitas Walking Tour

Berikut adalah daftar komunitas walking tour populer di berbagai kota besar di Indonesia:

Jakarta

Menjelajahi Jakarta dengan berjalan kaki telah menjadi tren populer berkat kehadiran beberapa komunitas walking tour yang edukatif dan seru. Komunitas tersebut anatar lain:

  • Jakarta Good Guide (@jakartagoodguide): Salah satu pionir paling populer. Memiliki banyak rute mulai dari Kota Tua, Menteng, hingga tur kuliner di Glodok atau Blok M.
  • Walk Indies (@walkindies): Fokus pada cerita sejarah yang mendalam dengan gaya narasi yang menarik.
  • Wisata Kreatif Jakarta (@wisatakreatifjakarta): Sering mengadakan tur tematik seperti tur rumah ibadah, tur makam tokoh bangsa, hingga tur kuliner tersembunyi.

Rute populer antara lain, Chinatown (Glodok), Menteng, Pasar Baru, Kota Tua (Old Town), dan rute kekinian seperti Blok M.

Keuntungan mengikuti komunitas seperti ini, pemandunya berlisensi dan sangat informatif, serta suasana tur yang santai dan inklusif.

Bandung

Saya menetap di Bandung dan beberapa kali ikut komunitas jalan kaki menyusuri kawasan dan bangunan ikonik.
Beberapa komunitas tersebut adalah:

  • Komunitas Aleut (@komunitasaleut): Berdiri sejak 2006, komunitas ini lebih dari sekadar walking tour karena fokus pada literasi dan apresiasi sejarah Bandung.
  • Bandung Good Guide (@bandunggoodguide): Bagian dari jaringan Good Guide, menawarkan rute-rute ikonik seperti Braga, Asia Afrika, dan area kolonial lainnya.
  • Historical Trips Bandung (@historicaltripsbandung): kegiatan wisata atau penjelajahan yang berfokus pada sejarah, warisan budaya (heritage), dan arsitektur di Kota Bandung.
  • Cerita Bandung (@ceritabandung.id): hadir sebagai penyedia jasa tur edukatif yang dikemas secara modern, santai, dan sangat cocok bagi wisatawan maupun warga lokal yang ingin “berkenalan” ulang dengan sejarah kota.

guide in action menjelaskan objek sejarah di wilayah Cicendo, Bandung dan teman jalan bareng tema ABC Story, Bandung

Yogyakarta

bareng @jogjagoodguide ke Kota Gede
  • Jogja Good Guide (@jogjagoodguide): Menawarkan rute populer seperti Malioboro, Kotagede (pusat Kerajaan Mataram Islam), hingga rute misteri/malam hari.
  • GuruWalk: Platform internasional yang juga banyak diisi oleh pemandu lokal di Yogyakarta dengan berbagai pilihan rute budaya.

Solo (Surakarta)

  • Soerakarta Walking Tour (@soerakartawalkingtour): Mengajak menjelajah sudut-sudut antik Solo, pasar tradisional, hingga kawasan keraton.
  • Solo Societeit (@solosocieteit): Fokus pada edukasi sejarah dan cagar budaya di Surakarta.

Semarang

Bersukaria Walk (@bersukariawalk) ini sangat aktif di Semarang dengan rute andalan Kota Lama, Pecinan, hingga rute kuliner malam. Mereka juga sudah ekspansi ke beberapa kota lain.

Malang

Malang Good Guide (@malanggoodguide): Menjelajahi kawasan Kajoetangan, Ijen, dan kampung-kampung tematik di Malang yang kaya akan arsitektur kolonial.

Jalan-jalan saya jelajah ke Kampung Warna-warni Jodipan ditemani oleh guide dari Malang Good Guide. Walaupun saya satu-satunya peserta, jalan-jalan ditemani menurut saya lebih informatif, daripada jalan sendirian tak tentu arah, bukan.

Bogor

Bogor Historical Walk (@bogorhistoricalwalk): Fokus pada sejarah “Buitenzorg”, Kebun Raya, dan kawasan Pecinan Suryakencana yang legendaris dengan kulinernya.

Selain nama-nama di atas, masih banyak komunitas sejenis yang bermunculan di berbagai kota di Indonesia. Misalnya di Palembang pun ada Palembang Walking Tour (@plggoodguide), Pekalongan, Cepu, dan lain-lain.
Kota-kota kecil, misalnya Purwakarta dengan komunitas Saba Purwakarta (@sabapurwakarta) dan Cicalengka dengan komunitas Tjitjalengka Historical Trip (@tjitjalengka.historical). Kedua kota kecil ini dalam sejarah adalah kawasan afdeling, yaitu pusat perkebunan di era pemerintahan Hindia Belanda.

Ada pula komunitas yang menyediakan paket jalan-jalan dari dan kota tertentu, peserta bisa ikut sama-sama berangkat atau bertemu di kota tujuan.

Apakah sifat jalan-jalannya hanya blusukan di dalam kota? Tentu saja tidak. Komunitas jalan bareng ini pun ada yang menjadwalkan traking gunung, susur alam, naik kereta api seharian, jelajah ke Kampung Adat dan lain-lain.

Tips Jika Ingin Bergabung

Berkat adanya media sosial, informasi tentang komunitas ini bisa kalian peroleh dengan mudah. Tetapi tidak semua komunitas jalan bareng ini masih rutin menjadwalkan jalan-jalannya. Ada yang vakum sejak dua tahun yang lalu karena foundernya pindah kota, atau berbagai sebab lainnya.

Hampir semua komunitas ini membagikan jadwal tur mingguan dan link pendaftaran melalui akun Instagram mereka. Kalian tinggal memilih jadwal, mendaftar, dan menunggu konfirmasi melalui e-mail atau no WA yang didaftarkan.

Sistem Pembayaran

Ada pilihan pembayaran yang ditawarkan yaitu;

  • Pay As You Wish: Di akhir tur, peserta memberikan uang tip kepada pemandu sesuai kepuasan (biasanya kisaran Rp50.000 – Rp100.000 ke atas).
  • Fixed Price: Beberapa tur tematik atau tur kuliner biasanya memiliki harga tetap karena sudah termasuk tiket masuk atau biaya makan. Atau paket wisata 2D1N ke kota tertentu lengkap dengan akomodasi.

Penutup

Komunitas walking tour biasanya ada pilihan rute berdasarkan tema tertentu, seperti:

Blusukan ke Kampung: Rute yang menjelajah kampung kota atau kampung tematik
Iconic Area: Menjelajahi kawasan militer, pasar, benteng, dan lain-lain yang merupakan peninggalan zaman Hindia Belanda.
Horror/Mystery Tour: Menelusuri sisi gelap atau mitos urban di lokasi-lokasi angker yang menjadi urban legend.
Culinary Tour: Mencicipi makanan legendaris sambil belajar sejarah di balik rumah makan tersebut.
Architectural Walk: Fokus pada detail gaya Art Deco yang sangat dominan di Bandung.

Berhubung temanya adalah walking tour, tentu saja kita akan jalan kaki dengan rute tertentu. Oleh sebab itu gunakan sepatu jalan yang nyaman, bawa payung/topi, air minum, dan datanglah tepat waktu di titik kumpul yang ditentukan.

Pastikan juga mendaftar lebih awal karena kuota biasanya terbatas agar suasana tur tetap kondusif. Komunitas jalan kaki seperti ini rata-rata peserta antara 10 hingga 15 orang, sehingga lebih bisa saling berkenalan dan tidak repot jalan beriringan.

Keuntungan mengikuti komunitas, kita bisa masuk ke bangunan-bangunan yang tidak sembarang orang bisa masuk, karena biasanya komunitas bisa minta izin ke pengelola gedung. Misalnya Gedung Sate, di Bandung. Kita bisa berfoto di teras atap lantai 3 di tengah bangunan, yang ada “tusuk sate” di atap itu loh…

berfoto di teras lantai 3 dan detail plafond gedung sate, bandung

Nah, teman-teman adakah di kota kalian, komunitas seperti ini?

lihatdisini berita populer dulu hingga sekarang, sekitar wisata, tempat bersejarah, kuliner, gaya hidup, edukasi, kesehatan, dan review produk

Share:

Tags:

7 tanggapan untuk “Komunitas Walking Tour, Teman Jalan Bareng Jelajah Kota”

  1. Avatar Retno Septyorini

    Beberapa tahun yang lalu, aku gencar banget ikutan walking tour ini, kak. Asyik banget jalan rame-rame bareng orang baru. Sekarang aku lagi tinggal di Jogja. So far pernah ikut bbrp walking tour. Tapi paling sering ikutan Jogja Walking Tour (JWT) . Beneran patut dicobain kalau lagi liburan ke Jogja. Siapa tahu waktu liburannya ngepasi waktu JWT lagi buka rute jalan.

  2. Avatar Dian Restu Agustina

    Saya belum pernah ikut Mba Hani
    Beberapa kali ditawarin teman mau bareng tapi ntar sok melulu huhu
    Padahal seru banget ya.. Murmer pula lho ini hitungannya
    Rencana libur sekolah kali ini mau ajakin anak ikut walking tour.. Biar sekalian isi libur sekolah dia

  3. Avatar Maria G Soemitro

    duh pingin …..
    Tapi kayanya harus pilih-pilih, karena sebagai penderita osteoarthritis saya gak boleh terlalu lama jalan
    Jika dipaksain, bisa tambah parah
    Semoga sesudah fisioterapi ini bisa ikutan, catat ah komunitasnya dan follow medsos mereka

  4. Avatar Annie Nugraha

    Akutu loh sudah sekian abad pengen ngikut acaranya Wisata Kreatif Jakarta, tapi kok ya benturan terus jadwalnya. Kalau pas ad waktunya eh rutenya sudah pernah aku tempuh/datangi. Alamak. Padahal kalau lihat postingannya seru-seru betul. Gak cuma dapat pendamping yang bisa ngasih edukasi tapi juga jadi dapat kenalan baru. Itu rasanya worth betul ya Mbak.

  5. Avatar Annisakih

    Wah dapat insight baru, tenyata Belanda mempersiapkan pusat pemerintahan Hindia Belanda tuh di Bandung. Barangkali sebagai bangsa yang di daerah asalnya punya empat musim lebih kerasan di karena hawanya lebih adem juga ya..

    Seru banget ikut komunitas walking tour gini. Wisatanya dapat, edukasi sekaligus ajang olahraga juga

  6. Avatar Nanik Nara

    terima kassih informasinya mbak. Bisa jadi referensi nih kalau suatu saat berkunjung ke kota-kota ini dan ada waktu buat menjelajah. Apalagi, kalau walaupun sendirian, tapi tetap ada teman-teman dari komunitas walking tour yang bisa nemani jalan, seperti saat mbak Hani di Malang

  7. Avatar Yuni Bint Saniro

    Aku tuh masih pingin menjelajah Bandung. Semacam ikut walking tournya gitu. Sudah 2 kali ke Bandung. Tapi belum sempat kemana-mana. Cuma ke tempat acara doang.

Tinggalkan komentar