Sulit rasanya memilih antara Seoul atau Busan saat merencanakan liburan ke Korea Selatan. Seoul selalu ramai dengan deretan istana, kawasan belanja, dan kafe yang nggak pernah sepi pengunjung. Sementara itu, Busan menawarkan suasana yang berbeda. Begitu melihat laut dan merasakan angin pantainya, rasanya langkah kaki ikut melambat.
Kabar baiknya, kamu nggak perlu memilih salah satunya. Ini karena Seoul dan Busan dihubungkan oleh kereta cepat KTX dengan waktu tempuh sekitar dua setengah jam. Paginya masih menikmati hiruk-pikuk ibu kota, lalu beberapa jam kemudian kamu sudah bisa duduk santai di sekitar Pantai Haeundae sambil mendengar suara ombak.
Kalau masih menyusun rencana liburan, itinerary ke Korea 7 hari berikut bisa jadi gambaran perjalanan yang nyaman untuk kamu ikuti. Waktunya cukup buat menikmati dua kota dengan suasana yang benar-benar berbeda, tanpa merasa setiap hari harus berpindah tempat secepat mungkin.
Hari Pertama: Mengenal Gangnam dan Apgujeong

(Source by: https://english.visitkorea.or.kr/)
Hari pertama nggak perlu langsung dipenuhi daftar destinasi. Setelah menempuh penerbangan yang cukup panjang, tubuh biasanya masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Daripada buru-buru berpindah dari satu tempat ke tempat lain, lebih enak memulai perjalanan dengan menikmati kawasan yang suasananya nyaman buat dijelajahi sambil santai.
Gangnam bisa jadi pilihan yang pas. Kawasan ini identik dengan deretan butik, pusat perbelanjaan, restoran, sampai kafe yang hampir selalu ramai sejak siang. Trotoarnya juga lebar sehingga berjalan kaki dari satu sudut ke sudut lainnya terasa menyenangkan. Nggak harus punya tujuan khusus. Kadang duduk sebentar di kafe sambil melihat orang lalu-lalang juga sudah cukup membuatmu mulai merasakan suasana Seoul.
Kalau masih punya tenaga, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Apgujeong Rodeo saat menjelang sore. Kawasan ini mulai semakin hidup ketika lampu-lampu toko menyala satu per satu. Banyak orang datang untuk melihat koleksi butik, menikmati makan malam, atau sekadar berjalan santai setelah aktivitas seharian. Suasananya berbeda dengan Gangnam, tapi sama-sama menarik buat dijadikan penutup hari pertama dalam itinerary mu.
Hari Kedua: Mengunjungi Gyeongbokgung dan Bukchon Hanok Village

Pada hari kedua, bangunlah sedikit lebih pagi untuk mengunjungi Gyeongbokgung. Udaranya masih terasa sejuk dan jumlah pengunjung biasanya belum terlalu ramai, jadi kamu bisa lebih leluasa berkeliling area istana.
Di jam-jam tertentu, kamu juga berkesempatan melihat upacara pergantian penjaga kerajaan yang menjadi salah satu atraksi favorit wisatawan. Setelah itu, sempatkan berjalan mengelilingi kompleks istana. Bangunan-bangunan tradisional yang masih berdiri kokoh membuat tempat ini terasa berbeda dari kawasan modern yang mungkin sudah kamu lihat sehari sebelumnya.
Nggak jauh dari Gyeongbokgung ada Bukchon Hanok Village. Kawasan ini dipenuhi rumah-rumah tradisional Korea atau hanok yang masih dipertahankan hingga sekarang. Gang-gangnya memang nggak terlalu lebar, tetapi justru di situlah letak daya tariknya. Semakin jauh berjalan, semakin banyak sudut menarik yang bisa ditemukan.
Sebelum kembali ke penginapan, mampirlah ke Samcheong-dong. Kawasan ini dipenuhi galeri seni, toko kerajinan, toko buku independen, hingga kedai teh yang nyaman untuk beristirahat. Kalau kaki mulai terasa pegal setelah seharian berjalan, duduk sebentar sambil menikmati secangkir teh hangat rasanya sudah lebih dari cukup sebelum melanjutkan perjalanan esok hari.
Hari Ketiga: Menjelajahi Itaewon, Hannam-dong, dan N Seoul Tower

(Source by: https://english.visitkorea.or.kr/)
Kalau dua hari sebelumnya lebih banyak melihat sisi bersejarah Seoul, hari ketiga bisa diisi dengan kawasan yang suasananya berbeda.
Mulailah dari Itaewon yang dikenal dengan pilihan kulinernya. Di sepanjang jalan, kamu bisa menemukan restoran Korea, Jepang, Italia, Timur Tengah, sampai berbagai kafe dengan konsep yang unik. Nggak heran kalau kawasan ini selalu ramai oleh wisatawan maupun warga lokal, terutama saat akhir pekan.
Masih belum puas berkeliling? Lanjutkan perjalanan ke Hannam-dong. Beberapa tahun terakhir kawasan ini semakin sering muncul di media sosial karena dipenuhi coffee shop, concept store, galeri kecil, dan butik lokal yang koleksinya berbeda dari pusat perbelanjaan besar.
Nggak ada salahnya berjalan tanpa target tertentu di kawasan ini. Siapa tahu justru toko kecil yang awalnya nggak masuk daftar tujuan malah menjadi tempat favoritmu selama berada di Seoul.
Menjelang malam, tutup hari dengan mengunjungi N Seoul Tower di Gunung Namsan. Dari atas menara, hamparan lampu kota mulai terlihat menyala satu per satu. Pemandangan seperti ini selalu berhasil membuat Seoul terasa berbeda dibanding saat siang hari dan menjadi penutup yang pas sebelum melanjutkan perjalanan ke Busan.
Hari Keempat: Naik KTX Menuju Busan

Setelah tiga hari menikmati suasana Seoul, sekarang saatnya melanjutkan perjalanan ke Busan. Inilah salah satu alasan kenapa banyak orang menggabungkan dua kota sekaligus ketika menyusun itinerary ke Korea dalam 7 hari. Dalam satu liburan, kamu bisa merasakan suasana yang benar-benar berbeda tanpa harus menghabiskan banyak waktu di perjalanan.
Kereta cepat KTX menjadi pilihan yang paling praktis. Jadwal keberangkatannya tersedia hampir setiap jam sehingga lebih mudah disesuaikan dengan rencana perjalanan. Selama berada di dalam kereta, pemandangan di luar jendela perlahan berubah. Gedung-gedung tinggi berganti dengan hamparan sawah, perbukitan, hingga kota-kota kecil yang dilewati sepanjang perjalanan.
Sekitar dua setengah jam kemudian, kamu sudah tiba di Busan. Begitu keluar dari stasiun, suasananya langsung terasa berbeda. Angin laut mulai berhembus dan jalanannya pun nggak sepadat Seoul. Rasanya seperti perjalanan benar-benar memasuki babak yang baru.
Setelah check-in di kawasan Haeundae, manfaatkan sisa hari untuk berjalan santai di sekitar pantai. Banyak kafe dan restoran yang menghadap langsung ke laut, jadi kamu bisa mampir sejenak sambil menikmati pemandangan. Nggak perlu buru-buru mengejar banyak destinasi. Hari pertama di Busan memang paling enak dipakai untuk menikmati perubahan suasana sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat-tempat lain.
Hari Kelima: Menikmati Haeundae dan Dongbaekseom

Pagi di Haeundae rasanya sayang kalau dilewatkan begitu saja. Pantainya belum terlalu ramai, udara laut masih terasa segar, dan suara ombak terdengar lebih jelas dibanding saat siang. Banyak warga lokal memanfaatkan waktu ini untuk berjalan kaki atau sekadar duduk menikmati suasana sebelum memulai aktivitas.
Kalau ingin sedikit memanjakan diri setelah beberapa hari berkeliling Seoul, sempatkan mampir ke salah satu spa yang banyak tersedia di sekitar Haeundae. Berendam air hangat setelah berjalan cukup jauh selama beberapa hari terakhir bisa jadi cara yang menyenangkan untuk mengembalikan tenaga.
Dari sana, lanjutkan perjalanan ke Dongbaekseom atau Dongbaek Island. Jalur pejalan kakinya mengikuti garis pantai dengan pepohonan rindang di sepanjang jalan. Sesekali berhentilah menikmati pemandangan laut atau melihat kapal-kapal yang melintas dari kejauhan. Tempatnya memang nggak terlalu luas, tapi justru itu yang membuat suasananya terasa tenang dan nyaman buat dinikmati tanpa terburu-buru.
Hari Keenam: Berkeliling Gamcheon Culture Village dan Pantai Gwangalli

Hari keenam bisa dimulai dari Gamcheon Culture Village, salah satu kawasan paling ikonik di Busan. Rumah-rumah berwarna cerah yang berdiri di lereng bukit membuat tempat ini mudah dikenali, bahkan sebelum kamu benar-benar masuk ke dalamnya.
Begitu mulai berjalan menyusuri gang-gangnya, kamu akan menemukan mural, galeri seni, toko kerajinan, sampai kafe kecil yang menghadap ke perbukitan. Nggak ada rute yang benar atau salah di sini. Kadang justru belok ke gang yang terlihat sepi malah membawamu ke sudut dengan pemandangan yang paling menarik.
Menjelang sore, lanjutkan perjalanan ke Pantai Gwangalli. Suasananya berbeda dengan Haeundae. Banyak orang datang untuk duduk santai di tepi pantai, menikmati makan malam, atau sekadar melihat langit berubah warna saat matahari mulai terbenam.
Begitu malam tiba, Jembatan Gwangan mulai diterangi lampu yang memantul di permukaan laut. Kalau ingin melihatnya dari sudut yang berbeda, kamu bisa mencoba tur yacht yang berlayar mengelilingi teluk. Pemandangan seperti ini sering menjadi salah satu momen yang paling diingat setelah menyelesaikan itinerary ke Korea 7 hari.
Hari Ketujuh: Menikmati Busan Sebelum Pulang
Hari terakhir nggak perlu dipenuhi agenda yang padat. Awali hari dengan sarapan di salah satu kafe dekat pantai sambil menikmati suasana Busan untuk terakhir kalinya. Setelah itu, manfaatkan sisa waktu untuk membeli oleh-oleh atau mampir ke tempat yang sebelumnya belum sempat didatangi sebelum menuju bandara.
Kalau masih ada sudut Busan yang belum sempat kamu kunjungi, nggak perlu kecewa. Justru itu yang sering membuat orang ingin kembali lagi ke Korea Selatan. Siapa tahu, kunjungan berikutnya nanti bisa diisi dengan destinasi-destinasi baru yang belum sempat masuk dalam itinerary ke Korea 7 hari kali ini.
Saatnya Wujudkan Itinerary Seru 7 Hari di Korea
Menggabungkan Seoul dan Busan dalam satu perjalanan ternyata bukan hal yang sulit. Dalam waktu seminggu, kamu sudah bisa merasakan suasana dua kota yang sama-sama punya daya tariknya sendiri. Tinggal sesuaikan saja rutenya dengan tempat-tempat yang paling ingin kamu datangi.
Yuk, mulai siapkan perjalananmu dari sekarang. Selain menentukan destinasi yang ingin dikunjungi, jangan lupa memilih tiket pesawat ke Korea yang nyaman dan sesuai kebutuhanmu. Toh, rasanya perjalanan bakal terasa lebih tenang kalau semuanya sudah dipersiapkan sejak awal. Jadi, begitu tiba di Korea, yang perlu kamu pikirkan tinggal menikmati liburannya.


Tinggalkan komentar