Kampung Kawangi Sumedang, Sensasi Kuliner Sunda di Tepi Sawah

Awal Februari beberapa bulan yang lalu, putra pertama kami dan istrinya mengundang sekeluarga untuk kuliner di Kampung Kawangi Sumedang.

Kampung Kawangi Sumedang, letaknya di Dusun Talun Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, bisa menjadi tempat alternatif untuk mengisi liburan keluarga. Selain menyajikan nuansa asri pedesaan, para wisatawan juga nampaknya dapat menggali informasi tentang kebiasaan leluhur zaman dulu.

Selain kami sekeluarga terdiri dari saya, suami, anak, menantu, dan cucu, menantu saya juga mengajak kedua orang tuanya. Lengkaplah keluarga kami akan berwisata pada hari Minggu awal bulan Februari tersebut.

Rupanya, untuk berkunjung ke Kampung Kawangi ada ketentuan, harus melakukan pemesanan beberapa hari sebelumnya. Hal ini tentunya untuk kenyamanan tamu yang datang, karena kapasitas terbatas, apalagi kami akan berkunjung pada hari Minggu.

Menurut Mutia, menantu saya yang melakukan pemesanan, booking-nya pukul 11.30 sampai selesai.
Setelah cek di Google Maps, jarak dari rumah kami di Buah Batu ke Kampung Wangi, kira-kira 1 jam perjalanan melalui Tol Cisumdawu.

peta lokasi kampung kawani
peta menuju kampung kawani dari rumah

Kebetulan suami sudah lama ingin ke Tahu Bungkeng, sebuah tempat pembuatan tahu Sumedang yang terkenal. Tahu Bungkeng ada restorannya tak jauh dari pintu Tol Sumedang. Jadi rencananya kami berangkat agak pagi, jajan dulu ke Tahu Sumedang. Setelahnya, masuk tol lagi lalu ke luar di gerbang tol KM 166, keluar di gerbang Pamulihan.
Masuk ke Jalan Karanganyar menuju TKP.

tol cisumdawu
tol cisumdawu
tahu bungkeng sumedang
tahu bungkeng sumedang

Apa itu Kampung Kawangi Sumedang

Dari berbagai sumber di internet, Kampung Kawangi Sumedang ditujukan sebagai wisata pedesaan. Sehingga wisatawan yang berkunjung ke sana dapat merasakan nuansa pedesaan, rumah-rumah etnik khas dusun, dan menikmati kuliner disertai pemandangan sawah dan gunung di kejauhan.

Menurut pengelolanya, Dedi:“Kita sediakan juga kolam pancing ikan. Di kolam ini telah ditebar berbagai jenis ikan seperti ikan mujair atau ikan mas yang bisa langsung dimasak untuk dimakan bersama nasi biasa atau nasi merah. Ada juga ayam kampung yang bisa dadakan motong. Begitu juga sayuran dan lalapan itu dapat dipetik sendiri untuk makan hari itu juga”.

instagram kampung kawani

Sepertinya menarik ya…

Beberapa hari sebelumnya Mutia juga membagikan daftar menu untuk kami pilih, jadi setibanya rombongan kami di Kampung Kawangi, lebih cepat disiapkan.

Sesuai kesepakatan selepas dari ngemil Tahu Sumedang di Tahu Bungkeng, kami pun bersiap menuju Kampung Kawangi.
Setibanya di sana, agak susah mencari parkir. Jadi kami turun saja terlebih dahulu. Driver yang kami sewa akan mencari parkir. Nanti janjian bila acaranya sudah selesai.

area parkir
entrance ke kampung kawani
deretan saung-saung

Kami pun melapor terlebih dahulu ke bagian pemesanan bahwa kami sudah melakukan reservasi lalu diantar oleh staf ke meja di tepi sawah dan balong.
Tersedia saung-saung dan sudah ramai pengunjung.

lapor sudah reservasi

Mutia sengaja tidak memesan saung-saung, untuk lansia seperti saya dengan masalah OA (osteoarthritis) tidak mudah duduk lesehan/bersimpuh sih…
Terima kasih Mutia…

tempat makan dengan meja dan kursi di tepi sawah
tempat makan dekat balong dan sawah

daftar menu kampung kawangi

Tak lama hidangan yang telah kami pesan tiba. Cukup banyak untuk kami bersembilan.
Pesanannya beragam sesuai dengan request ternyata telah digabung jadi satu, antara lain:

Menu Paket

  • Paket kasbon (terdiri dari nasi merah, asin selar bakar, oseng genjer, tahu tempe gorang, goeng jengkol, sambal dadak, kerupuk) & cobek belut
  • Paket kontan (terdiri dari pilihan ayam/nila bakar/goreng, asin selar bakar, oseng genjer, tahu tempe goreng, jengkol diganti jukut goreng, sambal dadak, kerupuk)

Menu Satuan

  • Nasi merah & ayam bakar dada & karedok leunca
  • Nasi merah & ayam bakar dada & tahu tempe goreng
  • Nasi merah & ayam bakar paha
  • dll

Lalu untuk dessertnya ada signature khas Kampung Kawangi, yaitu Kolak Labu Kuning, satu labu besar utuh yang dikukus bersama kulitnya. Labu matang ini dihidangkan bersama kinca. Nanti kita tinggal mengerok labu yang empuk dengan sendok ke dalam gelas dan menambahkan kinca.
Satu buah labu besar ini bisa untuk ber-6 seharga Rp60.000,-. Oh ya, untuk minumnya mendapatkan gratis teh tawar hangat dalam ceret.

paket nasi kasbon gabung dengan nasi kontan dan lauk-pauk satuan

cobek belut goreng dan kolak labu kuning

Hidangan yang sudah tersaji ini kami makannya di piring seng. Nasi merah pesanan, walaupun ada yang memesan paket atau satuan, semua disatukan dalam boboko. Wadah nasi terbuat dari anyaman bambu. Begitu pula dengan lauk-pauknya, jadi silakan mengingat sendiri atau mencek dari list di grup, kemarin pesan apa, nih…

Saya waktu itu memesan menu satuan, nasi, ayam bakar, dan oseng genjer. Sedangkan suami memesan menu paket, memilih ikan nila bakar, dengan lauk-pauk lain yang cukup beragam. Karena tidak suka jengkol, boleh diganti dengan jukut goreng. Itu pun jukut goreng sudah disatukan dengan pesanan lain yang sama.

Rasa ayam bakarnya lumayan, nasinya campur beras merah dan putih sehingga cukup pulen. Sambalnya tidak terlalu pedas, sehingga cukup enak sih rasanya. Saya sendiri tidak terlalu suka yang terlalu pedas. Mau makan pakai tangan supaya lebih nikmat, tak masalah, ada ember untuk cuci tangan di samping saung makan.

Terakhir, sebagai penyuka kolak, kami suka banget kolak labu kuning (waluh) disajikan utuh begini. Labunya matang dan empuk, rasanya manis, ditambah lagi kinca, jadi makin gurih. Sekeluarga sampai gantian mengkerok-kerok sampai tinggal kulitnya, nih…

Penutup

area bermain

Semakin siang tamu semakin banyak. Tamu-tamu yang menunggu meja disiapkan atau datang lebih awal daripada waktu pemesanan, umumnya foto-foto terlebih dahulu.
Ada spot foto berupa bangku bambu dengan pemandangan sawah dan gunung yang cukup estetik. Selain itu ada permainan egrang, tiga pasang teklek untuk dipakai baris tiga pasang, dan beberapa properti lain untuk foto.

kampung kawani sumedang
spot foto kampung kawani

Seru sih suasananya, cukup riuh juga dengan gelak tawa anak-anak yang bermain sebelum atau sesudah makan. Membebaskan anak bermain dan bereksplorasi seperti ini merupakan salah satu tips parenting modern.

Kami makan bersama sambil bercengkerama, saya dan suami pun ngobrol tipis-tipis dengan besan yang sudah lama tidak berjumpa. Kira-kira pukul 13.30 kami sudah selesai makan, berfoto bersama sejenak, menghubungi driver, lalu bersiap pulang.

Sepertinya kapan-kapan mau juga ke Kampung Kawangi Sumedang lagi, tapi ingin mencoba pas weekday saja. Ingin tahu suasananya, mungkin lebih sunyi dan asri, benar-benar seperti di desa.
Perlu dicatat nih untuk janjian lagi sama anak-anak kapan ada waktu mau jalan bareng, seperti teman blogger yang mempunyai Catatan Harian Rani R Tyas.

Kampung Kawangi buka hari Selasa sampai dengan Minggu, pukul 09.00-17.00. Hari Senin tutup.

informasi reservasi
lihatdisini berita populer dulu hingga sekarang, sekitar wisata, tempat bersejarah, kuliner, gaya hidup, edukasi, kesehatan, dan review produk

Share:

Tags:

10 responses to “Kampung Kawangi Sumedang, Sensasi Kuliner Sunda di Tepi Sawah”

  1. Avatar Dian Restu Agustina

    Alhamdulillah bisa berkumpul sembari menikmati sajian lezat bersama keluarga besar di Kampung Kawangi, Mbak Hani. Suasananya terlihat asri dan hangat, apalagi dengan latar sawah serta konsep kuliner khas pedesaan yang membuat pengunjung bisa bernostalgia dengan kehidupan kampung. Saya lapar berat lihat penampakan menunya, apalagi kolak labu kuningnya yang disajikan utuh, unik dan lezat pastinya. Tempat seperti ini memang cocok untuk quality time bersama keluarga sambil menikmati suasana alam yang menenangkan

  2. Avatar farida pane

    Mantap betul harus reservasi dulu, ya. Tapi memang menunya khas Sunda banget, sih. Enggak kaya kebanyakan lesehan yang gitu2 aja

  3. Avatar tanti amelia

    Oooh baru tau ada Kampung Kawangi Sumedang! Menunya lucu lucu yaaa Hani, dan aku sampe zoom itu beneran nila cuma 11 ribu perak! Waaah bahagia nih judulnya makan di sini. Yang mahal cuman ayam bekakak kampung yaaa 125 ribu.

    yang lucu unik dan di tempat lain ngga ada udah pasti labu kolak sak labu labunya dihidang di meja!

    menarik banget, simpan aaah buat rekomendasi ke Sumedang!

  4. Avatar Lala

    Pengalaman kulineran yang sangat menarik sekali, Bu. Dari namanya pun unik dan bikin penasaran ya Kampung Kawangi Sumedang ini.

    Rupanya luas, nyaman pula. Lalu takjub ada nasi merah 🤩 kolak labu, yaampun ini sih menu-menu menggugah selera.

    Indahnya kebersamaan. Makan bareng, suasana oke, dan mesti reservasi dulu berarti ya. Menarik dan informatif juga.

  5. Avatar Nanik Nara

    Kolak labu kuningnya unik, dikukus bersama kulitnya, dan kalau makan tinggal mengorek pakai sendok. Jadi pengen meniru nih, tapi mesti punya kukusan yang ukurannya besar ya.

    Suasananya asri dan asyik, tapi sayangnya nggak bisa mendadak ya datangnya ke sana, mesti membuat reservasi terlebih dahulu

  6. Avatar Maria G Soemitro

    sebagai salah seorang penghuni tanjungsari, saya baru tahu tentang kampung kawangi

    jadi penasaran, entar ah ngajak anak jika mereka udah pulang dari UK

    cerdas ya idenya, kampung yang penampakannya seperti kampung lainnya, disulap jadi destinasi kuliner (dengan harga sangat terjangkau) sekaligus wisata tipis-tipis

  7. Avatar Annie Nugraha

    Duh tampak seru banget kalau kumpul keluarga besar di Kampung Kawangi Sumedang ini ya Mbak. Kalau Minggu memang lebih baik reservasi sih ya. Apalagi kalau jumlah pesertanya banyak. Kalau saya malah booking juga pilihan menu nya. Biar nanti gak lama nunggu.

    Tempat seperti Kampung Kawangi tuh banyak bertumbuh di desa-desa sepanjang tanah air ya Mbak. Lihat banyak unggahan di media sosial, rasanya pengen didatangi semua. Saya suka suasana seperti ini ketimbang tempat-tempat yang modern. Makan menu klasik tuh lebih memanjakan lidah. Apalagi hanya butuh waktu satu jam perjalanan dari rumah. Gak jauh lah.

    BTW, saya juga sudah lima tahun belakangan ini gak bisa duduk lesehan. Selain nekan tulang ekor, HNP saya bisa kumat kalau duduk dengan alas yang kaku berlama-lama. Jadi musti duduk di atas jok empuk dengan kaki tidak terlipat.

  8. Avatar Adi

    Rasanya Nyunda banget ya…. Ehm…. Bosen banget ngemall, pingin yang alami kek gini suatu saat.

  9. Avatar lendyagassi

    Asa beda lay-out blognya yaa, ka..
    Rindu sekaliii ternyata saya dengan BW di wag-nya Ambu.
    Alhamdulillah, kali ini mendapatkan informasi mengenai tahu bungkeng. Namanya unik yaa.. dan Sumedang gituu.. sangat alami sekalii.. great views for a good mood bangeett yaah…

  10. Avatar Yuni Bint Saniro

    Kostumnya Kak Hani match banget sama situasi dan kondisi yang ada di Kampung Kawangi Sumedang. Berasa kayak lagi jadi orang desa gitu lho, Kak. Manis sekali.

    Eh nama paketnya lucu. Menu Paket Kasbon dan Kontan nggak tuh. Berasa makanan rumahan ya, Kak.

Tinggalkan komentar