Pengalaman Naik Kapal Phinisi di Labuan Bajo, Flores

Setelah hampir seminggu saya dan teman-teman kuliah jelajah Flores, perjalanan akan kami akhiri dengan pengalaman naik Kapal Phinisi di Labuan Bajo.

Waktu itu, Labuan Bajo belum ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Indonesia, bersama dengan Borobudur (Jawa Tengah), Danau Toba (Sumatera Utara), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), dan Likupang (Sulawesi Utara). Kelima destinasi ini dikembangkan dengan fokus pada peningkatan atraksi, konektivitas, infrastruktur, dan hospitality secara berkelanjutan.

Sesuai dengan itinerary, kami akan naik kapal phinisi dari Pelabuhan Labuan Bajo, yang masih menjadi satu dengan pelabuhan bongkar muat. Di salah satu sisi pelabuhan, kontainer bertumpuk, menunjukkan pelabuhan yang aktif dan sibuk.

pelabuhan labuan bajo
pelabuhan labuan bajo

Kapal Phinisi Marco Polo

kapal phinisi sedang merapat

Sejak awal memutuskan berwisata ke Flores, kami memang niat untuk menyewa kapal phinisi berkapasitas 20 orang ini. Itu sebabnya jumlah peserta dibatasi hanya ber-21. Kapal phinisi bernama Marco Polo ini harga sewanya dibagi saja dengan seluruh peserta, baik yang ikut full 2D1N, maupun yang setengah hari.

Pelabuhan Labuan Bajo sudah tampak sibuk ketika rombongan kami sampai di pelabuhan, tampak kapal phinisi beringsut merapat. Berhubung terhalang oleh kapal-kapal lain. Untuk sampai ke Marco Polo, kami harus melompat terlebih dahulu melalui kapal lain yang sudah sandar di pelabuhan.

Kapal phinisi terbuat dari kayu ini terdiri dari dua lantai mempunyai kapasitas 5 kamar @ 4 orang. Tiap kamar dilengkapi AC. Belakangan, dalam perjalanannya, AC dan lampu sering mati karena daya listrik dari generator rupanya tak cukup kuat. Kalau sudah begitu kami akan keluar kamar, duduk-duduk di dek menikmati desiran angin laut.

dek kamar-kamar dan interior kamar

Lantai dasar ada haluan, kamar awak kapal, kamar tidur di kanan-kiri, kamar mandi, ruang mesin, dan dapur. Sedangkan di lantai atas, ruang kemudi, kamar tidur di kanan-kiri, kamar mandi, ruang makan di buritan. Di belakang kapal ada tangga langsung dari dapur menuju ruang makan.

Di bagian belakang dan di atas kapal, ada dua reservoir air tawar kapasitas @ 1000 liter.
Sistem pompanya memakai 2 sumber air, air tawar dari drum oren untuk keperluan memasak dan mandi atau air langsung dari laut untuk keperluan menggelontor toilet.

Harga Sewa Kapal Phinisi

Harga sewa kapal Phinisi di Labuan Bajo bervariasi mulai dari sekitar Rp20 juta per kapal untuk tipe standar hingga Rp300 juta lebih per malam untuk kapal kelas VVIP, tergantung pada jenis, fasilitas, dan durasi sewa.

Harga juga bisa ditentukan berdasarkan paket trip dan jumlah peserta, misalnya paket 3 hari 2 malam bisa mulai dari Rp111.000.000 untuk 14 orang di kapal kelas VIP.

Berikut rincian harga berdasarkan jenis kapal dan paket:

  • Phinisi Standar: Mulai dari sekitar Rp20.000.000 per kapal.
  • Phinisi Superior: Mulai dari sekitar Rp25.000.000 per kapal.
  • Phinisi Deluxe: Mulai dari sekitar Rp45.000.000 per kapal.
  • Kapal kelas VVIP: Bisa mencapai lebih dari Rp100.000.000 hingga Rp300.000.000 lebih per malam.

Waktu itu kami menyewa kapal phinisi standar seharga 20 juta, dibagi ber-21, jatohnya jadi sekitar 1 juta per orang.

suasana berbagai kapal di pelabuhan

Penutup

Gong-nya perjalanan kami, adalah wisata 2D1N (dua hari satu malam) dengan naik kapal phinisi jelajah Taman Nasional Komodo.
Berikut itinerarynya:

Day 1: Labuan Bajo – Pulau Rinca – Pantai Pink – Pulau Komodo (L/D)

Teman-teman, enaknya mengatur perjalanan sendiri adalah kita bisa menyesuaikan dengan kondisi grup yang semuanya perempuan.
Kami tuh maunya ke Taman Nasional Komodo kan melihat komodo ya. Nah, kata awak kapal phinisi, komodo paling banyak ada di pulau Rinca. Kemudian kami ke Pantai Pink, lalu lanjut sore hari ke pulau Komodo.

Day 2: Pulau Padar – Pulau Manta – Pulau Kanawa – Labuan Bajo (B/L)

Tadinya awak kapal insist, kami ke pulau Padar sore untuk melihat sunset. Tapi kami maunya melihat sunrise. Hal ini kami pertimbangkan, supaya kembali ke phinisi masih pagi. Kalau sunset, kembali ke kapal akan gelap jalan setapaknya.

kapal phinisi marco polo
pemandangan dari haluan

Tips Berwisata di Pantai

Berhubung nantinya tipe wisatanya LOB (live on board), tentunya perlu persiapan perlengkapan untuk berada di laut atau pantai seharian.

  • Bawa baju sesuai keperluan yang ringan dan menyerap keringat. Bila memakai celana panjang, hindari celana jeans atau yang berbahan tebal dan berat. Bila terkena air akan susah kering dan menambah berat.
  • Bawa topi lebar dan kacamata hitam untuk melindungi mata dari terik matahari.
  • Pakai sunblock untuk melindungi kulit dari panas matahari yang menyengat.
  • Banyak-banyak minum. Selalu sedia air minum di tas.
  • Lindungi HP dan camera dari air laut. Sekarang tersedia sarung atau kantung HP khusus supaya tidak kena air. Kalau memiliki kamera bawah air bagus juga untuk memotret keanekaragaman ikan ketika snorkeling.
  • Bawa dua pasang sepatu. Satu pasang untuk treking. Di pulau Padar harus berjalan kaki dan naik ke bukit, pakai sepatu kets atau sepatu khusus untuk treking.
  • Satu pasang lagi bisa berupa sepatu sandal atau sepatu anti air (aqua shoes) untuk bermain di pantai. Pantai di pulau Kanawa pasirnya tajam sehingga kurang nyaman bila berjalan telanjang kaki. Sandal gunung menurut saya paling pas, one for all, satu alas kaki untuk semua kesempatan.
  • Apapun, safety first ya. Dan jangan membuang sampah sembarangan, jaga terus kebersihan lingkungan.

Nah, gimana kisah selanjutnya. Baiknya saya tulis di artikel terpisah saya ya.

lihatdisini berita populer dulu hingga sekarang, sekitar wisata, tempat bersejarah, kuliner, gaya hidup, edukasi, kesehatan, dan review produk

Share:

Tags:

Tinggalkan komentar