Day 1-Naik Kapal Phinisi Jelajah Taman Nasional Komodo

Berikut adalah pengalaman D-1 grup kami dari perjalanan 2D1N naik Kapal Phinisi jelajah Taman Nasional Komodo, menyambangi pulau-pulau yang ada di sana dan wisata laut. Saya menuliskannya dalam dua seri, pengalaman di hari pertama/Day 1 dan hari kedua/Day 2.
Berwisata menginap di kapal atau live on board, dalam dua hari dan satu malam tersebut termasuk makan siang-snack sore-makan malam di hari pertama. Sedangkan di hari kedua, sarapan-buah-makan siang-snack sore. Kira-kira menjelang magrib di hari kedua kami kembali ke Labuan Bajo.

Berikut itinerary 2D1N naik kapal phinisi tersebut:

Day 1: Labuan Bajo – Pulau Rinca – Pantai Pink – Pulau Komodo (L/D)

Kapal berangkat dari pelabuhan Labuan Bajo pagi hari, kira-kira pukul tujuh, supaya cukup waktu menjelajah di perairan Flores. Waktu itu kapal phinisi bernama Marco Polo tidak dapat sepenuhnya merapat di pelabuhan, karena terhalang oleh kapal-kapal lainnya. Akibatnya, kami harus naik dari dek kapal paling dekat, menyeberangi jembatan kayu, lewat lagi dek kapal berikut, sampai akhirnya tiba di Marco Polo.
Tidak mudah sebetulnya, apalagi kapal terombang-ambing karena ombak.

Pulau Rinca

Tujuan pertama adalah ke Pulau Rinca disebut juga Loh Buaya dan merupakan salah satu pulau habitat satwa komodo. Menurut penjelasan awak kapal, di Pulau Rinca habitat komodo lebih mudah ditemui daripada di Pulau Komodo.

Kami tiba di perairan sekitar Pulau Rinca kira-kira pukul 10, dan kapal tidak merapat sampai ke pantai pulau Rinca, sehingga kami harus naik sekoci kapasitas 8 orang untuk sampai ke dermaga. Jadi sekoci bolak-balik kapal ke dermaga, menjemput dan mengantar kami, hingga 21 peserta kumpul semua.

sekoci
naik sekoci berdelapan
pulau rinca
tiba di pulau rinca

Terdapat beberapa rumah istirahat terbuat dari kayu dan di sana-sini beberapa komodo leyeh-leyeh. Ada beberapa pemandu, istilahnya ‘Ranger‘ yang akan mengantarkan kami traking di Pulau Rinca.

Di pulau Rinca, kita bisa memilih paket perjalanan menyusuri pulau (Walking Trail) secara keseluruhan yaitu Long Trek. Atau hanya perjalanan sekira 30 menit, yaitu Short Trek. Kami memilih Short Trek saja cukuplah, karena waktunya tidak banyak.

Kalau kita ikut treking seperti ini harus patuh apa kata Ranger, atau petugas pengawas hutan. Setiap ranger akan mengawal 4 orang treker. Jalan dengan tertib di jalur yang sudah di sediakan, jangan berisik, dan jangan buang sampah sembarangan.

penjelasan ranger
penjelasan dari ranger

Ranger menjelaskan tentang populasi komodo, kapan musim kawin, bertelur, dan sumber pangan. Ketika ranger menjelaskan bahwa anak-anak komodo yang baru menetas langsung naik ke pohon sebagai langkah survival, maka kami langsung auto tengak-tengok ke pohon, dong!

Selain itu bila kalian bejumpa dengan komodo yang sedang walking-walking. Keep calm deh! Karena kalau kita terkejut dan lari, ya bakalan dikejar deh…

komodo
ada komodo di belakang

Karena siang hari, mungkin panas, saya cukup puas berfoto ria dengan komodo yang sedang bobo siang. Ternyata komodo tidak besar-besar amat ukurannya, mirip kadal dan lebih kecil daripada buaya. Komodo tergolong binatang buas dan predator karnivora, walaupun tidak selalu agresif, kita harus tetap berhati-hati bila ada di dekatnya.

Setelah cukup berfoto dan mengamati suasana Pulau Rinca, kami pun kembali ke kapal naik sekoci lagi.

tips berfoto
tips berfoto bersama komodo
komodo
komodo terlihat besar

Selama kapal phinisi menunggu kami jelajah pulau, kapal sama sekali tidak melepas jangkar, hal ini dikhawatirkan merusak terumbu karang dan ekosistem di perairan Flores.

Caranya adalah antara kapal dengan kapal lain, saling kait-mengkait satu sama lain dengan tali atau drum-drum, supaya kapal tidak hanyut.

kapal saling berkaitan supaya tidak hanyut

Pantai Pink

Pink Beach sesuai namanya merupakan salah satu pantai berwarna pink di pulau Komodo. Tepatnya di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

snorkeling
snorkeling dulu

Pantainya berwarna pink terang, yang disebabkan pecahan batu koral yang ada di pesisir pantai sekitarnya. Lautnya jernih sehingga kita bisa snorkeling dan menikmati pemandangan ikan-ikan yang jinak berenang di sekitar kita.

Di sini saya menyempatkan snorkeling, pinjam snorkel teman. Ternyata berenang di laut lebih sulit daripada berenang di kolam renang, karena kita rawan terbawa arus. Itu sebabnya sambil snorkeling tersebut kita wajib tetap memakai life jacket.

bukit pantai pink
naik ke bukit di pantai pink
lengkap ber-21
lengkap ber-21

Pulau Komodo

Awalnya dari Pantai Pink, awak kapal akan membawa kami langsung ke Pulau Padar untuk melihat sunset. Kemudian keesokan harinya kami akan menyusuri pulau-pulau lain tetapi tidak ke Loh Liang, jalur waling trails di Pulau Komodo.

diskusi dengan awak kapal
diskusi dengan awak kapal

Setelah berdiskusi dengan seluruh peserta, disepakati kami mampir sebentar ke Pulau Komodo, karena jaraknya lebih dekat ke Pantai Pink. Lagipula sudah pun sampai ke Taman Nasional Komodo, mosok enggak mampir ke Pulau Komodo.

Sama halnya dengan Pulau Rinca, di Pulau Komodo, ada pilihan treking jalur panjang (long trek) sampai ke jauh ke pelosok Pulau Komodo, atau hanya seputaran pantai, jalur pendek saja.

menyimak penjelasan ranger

Ya iyalah kami memilih jalur pendek saja (short trek). Selain hari sudah sore, nakhoda mengingatkan semakin sore arus laut semakin kuat, kapal harus bersandar ke pantai yang arusnya tenang.

Di pantai Pulau Komodo, kami menjumpai komodo yang jalan-jalan santai dan komodo tua yang entah tidur entah sudah susah bergerak saking tuanya. Ya kami fotoin saja sang Komodo tua tersebut.

Komodo di pantai ini karena sudah terbiasa dengan habitat manusia, jadi selow aja ada manusia wira-wiri fotoin mereka.

Beda dengan komodo di pedalaman, kata Ranger lebih buas. Sebetulnya komodo adalah sejenis biawak, sering mendapat julukan ‘dragon’ ini tidak besar, panjangnya paling 1,5 meter.

Nah, akibat sudut pengambilan kamera saja yang seolah-olah mereka terlihat besar.

kembali ke kapal
kembali ke kapal

Penutup

Hari lepas pukul 17 ketika kami kembali ke Marco Polo, dan menjelang magrib kapal sudah kembali melaut. Waktu itu bulan Mei, bulan bulat penuh mulai naik.

Malam itu kapal perlahan bergerak menyusuri pantai di perairan Taman Nasional Komodo, dan bukit-bukit di Pulau Flores tampak indah disinari bulan.

Setelah makan malam, kami pun siap-siap tidur di kamar yang telah di sediakan.
Sebetulnya tidak sepenuhnya bisa tidur, karena kapal terombang-ambing dan berisik suara generator untuk menerangi kapal. Itupun sering mati. Tak terlalu masalah sebetulnya, karena tidak gelap gulita, masih ada terang dari bulan di malam hari itu.

Next artikel berikut, saya tuliskan perjalanan ke pulau-pulau lainnya ya…

lihatdisini berita populer dulu hingga sekarang, sekitar wisata, tempat bersejarah, kuliner, gaya hidup, edukasi, kesehatan, dan review produk

Share:

Tags:

Tinggalkan komentar